wawancara

dalam sebuah wawancara aku ditanya tentang REDD, tentang negara kita yang masih ditekan dibalik isu pemanasan global, tentang negara kita yang dihalangi untuk berkembang.

aku bingung dari perspektive mana aku menjawabnya, aku diam agak lama, dan kemudian ditegur oleh sang interviewer untuk segera menjawab. bagaimana aku mulai menjawabnya, aku harus ubah semua pernyataan yang bernada pesimis itu menjadi pernyataan yang optimis.

One Response to “wawancara”

  1. timpakul Says:

    jawablah dengan isi hati… atau setidaknya isi kepala… walau terkadang isi dompet selalu membayangi.. he..he.

Leave a Reply