di berau juga ada
anak perempuan kecil itu tiba-tiba mendatangi kami, dan menanyakan jam kepada kami yang jelas-jelas tidak diantara kami yang ketika itu memakai jam tangan. ada dua kursi kosong yang melingkari meja kami. anak perempuan kecil itu meletakkan bakulnya di salah satu kursi, kemudian ia menarik satu kursi yang lain dan duduk di situ.
Ia membuka bakulnya dan menawarkan kue puding kepada kami, kue puding itu dikemas dalam gelas plastik kecil transparan. anak perempuan kecil itu mengatakan bahwa puding itu buatan ibunya.
waktu itu kami sedang makan, memang sedikit terganggu ketika anak perempuan kecil itu datang. salah satu dari kami bilang kalau kami tidak ingin beli, dan kami meneruskan makan. anak perempuan itu masih tetap duduk diantara kami. kemudian ia bilang.
“beli semua ya om”
“wah siapa yang makan” kata kami serempak
“beli aja tapi ga usah diambil” katanya lagi
kami melanjutkan makan dan anak perempuan kecil itu kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan semua uang yang ada didalamnya. ada satu lembar duapuluh ribuan, satu lembar lima ribuan dan selebihnya lembaran seribuan. ia menghitung dan merapikan lembar demi lembar uang itu.
“bu bisa pinjam kalkulatornya” kata anak itu kepada pemilik warung
“ga punya”
tak lama kemudian kami selesai makan. hp di sakuku bergetar. ada sms masuk, dan tak mungkin kubalas. sudah beberapa hari memang hp ini hanya bisa untuk menerima.
“om bisa pinjam kalkulator di hpnya”
“mau hitung apa, dihitung pake tangan aja, kita hitung sama-sama” kata temanku
anak perempuan itu menyembutkan angka ini dikurangi ini
“32″ kata kami
tiba-tiba mata anak perempuan kecil itu berkaca-kaca, tak lama kemudian menangis. salah satu dari kami bertanya, kenapa dia menangis. dia bilang uangnya kurang 32 ribu.
“kok bisa” tanya salah satu dari kami
tak lama kemudian sambil masih sesengukan ia minta tolong kami untuk menganti uang dia yang hilang, katanya ia akan dipukuli sama ibunya. kami bilang tidak bisa. kemudian anak perempuan kecil itu bilang.
“berapa aja yang bisa om”
kami bilang kalau beliin makanan kami bisa tapi kalau kasih uang kami ga bisa. kami tawari juga untuk bungkus makanan dibawa pulang tapi dia ga mau.
akhirnya kami cuekin saja dia, dan tak lama kemudian anak perempuan kecil itu pergi.