gundul
“dalam tawanya ada kegetiran” begitu kata temanku tentang dia
akupun membaca kegetiran itu, semakin dia berusaha menutupi semakin jelaslah kegetiran itu begitu dalamnya, dan dia sepertinya terus belajar lupa untuk bersedih. aku membaca itu setelah sekian lama. Tetapi gundul mampu membacanya hanya dengan sekali mendengarnya, bahkan hanya lewat telpon.
gundul panggilannya tapi gondrong rambutnya, apa yang dilakukannya saat ini, mungkin membaca atau sedang berdoa, atau sekarang ia sedang merenung. Ia suka melakukan tiga hal itu. Mungkin karena tiga hal itu Gundul mampu membaca dia dengan begitu cepatnya.
gundul apa kabarmu?