Archive for May, 2008

hakim

Sunday, May 18th, 2008

kita bilang yang menebang pohon tidak arif
yang mencari emas dengan mesin telah tercerabut akar budayanya
kita jadi penentu siapa yang arif yang siapa yang tidak
siapa yang berbudaya dan siapa yang tidak
kita masih suka menjadi hakim
kita masih suka menjadi hakim
kita masih suka menjadi hakim

satu lagi yang ditimbun

Friday, May 16th, 2008

sepekan yang lalu tanah kosong di samping rumah kostku masih banyak ditumbuhi kangkung, beberapa pagi dan sore kulihat dua tiga atau terkadang berombongan hingga lima orang perempuan memetiknya. dua hari yang lalu hamparan kangkung seluas enam ratus meter persegi itu tiada lagi, berubah menjadi hamparan tanah timbunan. tak kulihat lagi para perempuan memetik kangkung. tak kudengar lagi tawa mereka yang cekikikan dan terkadang nakal.

satu lagi rawa ditimbun. satu lagi tempat air hilang. entah ke rumah siapa air itu akan berpindah.

amrozi menikah lagi

Monday, May 12th, 2008

untuk yang keempat kalinya terpidana mati amrozi menikah lagi, itu berita yang kudengar di televisi beberapa menit yang lalu. entah apa yang ada dibenak amrozi dan istrinya yang keempat. Jika semuanya sesuai rencana maka tak lama lagi, para istrinya akan menjadi janda. tetapi seperti hal itu sama sekali bukan menjadi kekawatiran mereka. begitu kuatnya keyakinan mereka bahwa Tuhan akan menolongnya, untuk yang satu itu kita patut belajar dari mereka, untuk yang lain mungkin janganlah…