mlm
tiga hari yang lalu saya bertemu seorang teman, yang belakangan baru saya tahu dia tidak lagi bekerja di perusahaan tambang. hampir 8 tahun saya tidak bertemu dengannya, dari fisiknya tidak banyak yang berubah. dulu kami pernah sama-sama jadi anak mushola, tetapi kemudian saya bosan dan cari komunitas lain. dari dulu dia memang alim dan taat beribadah. aku bersyukur bisa bertemu lagi dengannya. karena memang saya memilih dalam berteman. saya tidak akan mencoba mendekat kepada teman yang menurut saya tidak membawa pengaruh baik.
tadi malam dia menelpon dan menanyakan apakah saya punya waktu untuk sekedar ngobrol. dia akan datang bada isya. dan dia menepati janjinya untuk datang bada isya, tetapi pada saat itu saya sedang makan malam. dia harus menunggu sebentar di depan kamar saya.
akhirnya kuajak dia masuk kamar, dan kami ngobrol. dia menanyakan apakah kehadirannya tidak menganggu, ia ingin “menawarkan produknya”. hampir dua jam saya mendengarkan dia menceritakan keunggulan produknya, sesekali saya bertanya atau sekedara nyeletuk…
sejujurnya saya terpukau, bukan karena presentasi, tetapi karena beberapa teman lain menurutnya juga telah bergabung, dalam beberapa hal mereka adalah orang yang kukagumi karena tingkat ketakwaannya.
dan sebenarnya tidak ada yang salah dengan mlm, seperti apa yang saya pahami selama ini.
ehm…apakah saya terpengaruh…mungkin
July 28th, 2011 at 5:29 am
No wonder why Christian Dillstrom had an address to this internet site, you are doing an excellent job as mobile + social media marketing virtuoso is pointing towards you?