Archive for April, 2008

rumahku di ujung dunia

Wednesday, April 9th, 2008

rumahku diujung dunia
diantara surga dan neraka
didalam ada darah, cinta dan sperma

otoritas

Monday, April 7th, 2008

setelah sekian lama saya jadi berubah. dengan tegas saya ingin katakan kekuasaan itu penting, memiliki otoritas akan suatu hal mungkin harus kita kejar, memang sepertinya akan lebih baik jika kita punya wewenang untuk mengambil keputusan, dan akhirnya saya bisa paham mengapa banyak orang yang menginginkan kekuasaan.
memang tanpa semua itu kita bisa juga melakukan perubahan, tetapi akan jauh lebih baik jika semua hal diatas bisa kita miliki. yang penting tidak terlena, apalagi bertindak semena-mena.

langkah yang lelah akan terus terasa
tanpa ada yang tersisa
semuanya menguap begitu saja
hilang
tanpa sisa
jalan yang keras harus di tempuh
resiko harus diambil
bolehlah sedikit menjadi penjilat
bekerja untuk dilihat
ah
malu aku mengatakannya
biarlah
yang penting bapak senang habis perkara

jalan kaki dengan sepatu baru

Wednesday, April 2nd, 2008

Sepatu yang biasa saya pakai mulai terlihat bukaan dibagian depan, yang artinya lemnya tidak terlalu kuat, mungkin memang begini kualitas barang yang dibeli dengan harga diskon. Sabtu kemarin saya sengaja membeli sepatu baru, bukan dengan harga diskon, saya tidak lagi berminat. Saya datang ke mal dengan hanya satu tujuan, beli sepatu merk X. Saya pernah punya sepatu merk tersebut, dan saya saya bosan memakainya, dan ga rusak-rusak, hanya warnanya yang makin kumal dan terlihat semakin kumuh.
Setelah sepatu terbeli tes pertama adalah dipakai untuk jalan kaki. Hasilnya cukup memuaskan untuk jalan kaki sejauh jarak Mall Lembuswana hingga Jalan Suwandi, kurang lebih lima kilometer lah. Kalau ada yang komplain dengan jarak itu ya saya terima dengan ikhlas. Jalan kaki sejauh itu cukup nyaman, dan kebetulan sudah hampir dua minggu ga pernah olahraga.
Hari berikutnya saya coba lagi jalan kaki dengan jarak yang sama. Sengaja sepulang dari memenuhi kewajiban agar rekening diisi, saya mampir di Mall Lembuswana, dan dari situ saya pulang jalan kaki. Menyenangkan, sepatu baru saya cukup ringan. Meski harganya sedikit agak mahal (untuk ukuran saya tentunya), saya puas. Setidaknya dengan sepatu baru ini saya akan lebih tertarik untuk berjalan kaki, daripada naik angkot, atau nebeng temen. Dalam banyak hal lebih baik, hemat dan kata teman saya, more friendly with our climate