kawanku pernah bilang kalau dia tidak bisa bekerja, yang dia bisa hanya berbicara, tetapi memang dia pintar berbicara. ia sering menggunakan kata-kata yang susah, meskipun sebenarnya hanya kata-kata itu saja yang sering muncul. begitulah kita manusia.
kita ingin hebat, kita ingin nampak cerdas, kita ingin disegani, kita ingin semua orang ikut mau kita. tetap saja kita tidak hebat, kita tidak cerdas, apalagi disegani, lha wong kita tidak punya nyali untuk membuat perubahan kok minta disegani, tidak ada produk yang kita hasilkan kok ingin dianggap hebat, kita ini tidak melakukan apa-apa, kita hanya makan, tidur, kemudian makan lagi, kemudian tidur lagi, dari hotel ke hotel, dari restoran ke restoran,
yang kita lakukan hanyalah berlomba-lomba menghabiskan uang, dan kemudian kita mengaku telah melakukan ini dan itu, kita semua ini seperti pecundang, lapar sedikit berteriak. kita hanya berteman dengan orang-orang yang mau kita kendalikan, yang berbeda minggir saja.
ah, kita ini siapa sih, kok merasa banyak punya jasa, dan mengaku telah jadi pahlawan. pahlawan untuk siapa?
kita ini seperti busa dilaut. tak punya karakter. seperti kerbau yang diikat hidungnya dan kemudian ditarik kesana kemari. kita hanyalah orang-orang yang mencari aman masing-masing. jangan berkata tentang perubahan karena kita bukan bagian dari itu, meskipun kita terus berteriak tentang itu.