kentut

satu demi satu hilang
terbang
entah kemana
mungkin ke awan
katanya disana ada kedamaian
kemudian orang-orang berteriak
saling tuduh
saling saling
saling sembunyi
dan semua berdiri
lalu pergi
sepi
sepi
sepi
dan ia telah pergi ke awan

2 Responses to “kentut”

  1. bocah alas Says:

    kasiannya pang si awan…

  2. panthom Says:

    tapi, kalau sedang sendiri, enak juga menikmatinya. sedahsyat apapun aromanya..
    inilah perilaku munafik ringan.. :-)

Leave a Reply