Archive for February, 2008

diam bagian dari irama

Tuesday, February 19th, 2008

“diam bagian dari irama” begitu kata temanku. saat ini kalimat itu sedang ada dalam pikiranku, antara menerima dan menolak, meski tidak ada pilihan untuk itu. benar bahwa kata tidak akan pernah cukup untuk merepresentasikan kita. kata terlalu sederhana untuk bisa merepresentasikan kita yang rumit dan berbelit-berbelit, yang diam tetapi mendendam, yang bicara tetapi berbohong, yang memberi tetapi meminta, yang bertuhan tapi tak sembayang, yang berakal tetapi enggan berpikir, yang berkaki tetapi enggan berjalan. kita rumit dan berbelit-belit, bertatapan kita diam, dibelakang kita bertengkar.
“diam bagian dari irama” aku masih memikirkan kata-kata itu. sayangnya temanku tidak ada disini, kata-kata itu akan kubawa hingga aku bertemu dengannya. sementara aku menunggu waktu bertemu dengannya biarlah kata-kata itu menjadi bahan renungan harianku, karena kata-kata itu kini menjadi sangat penting bagiku.

Selalu

Tuesday, February 19th, 2008

Selalu ada ruang untuk kita menarik apa saja yang ada di sekeliling kita, yang dekat maupun yang jauh. Selalu ada waktu bagi kita untuk melakukan apa saja, yang baik atau jahat, yang bermanfaat ataupun tidak. Selalu ada kekuatan bagi kita untuk bergerak. Selalu ada cinta dalam setiap hati manusia, selalu ada keinginan untuk berbagi, selalu juga ada keserakahan dalam setiap diri kita.

Keserakahan dan kedermawanan selalu ada dalam diri kita, timbul dan tengelam, keduanya selalu bersaing untuk menguasai diri kita. Persaingan ini abadi, pemenangnya silih berganti. Setiap saat kita punya peluang untuk menjadi serakah, juga menjadi penderma. Kita selalu punya kesempatan untuk menjadi serakah, kita juga selalu punya peluang untuk menjadi penderma.

kabar kematian

Tuesday, February 19th, 2008

kuterima lagi kabar kematian. kali ini seorang aktivis lingkungan, masih muda. secara pribadi aku tidak mengenal, tetapi aku tahu orang itu, aku pernah melihatnya, aku pernah mendengar ia berbicara, entah apakah aku pernah berjabat tangan dengannya, yang pasti aku pernah satu ruangan dengannya.
Gagal ginjal, itu penyebabnya.
Kira-kira dua minggu yang lalu juga kuterima kabar kematian, teman kuliah satu angkatan, ia bekerja di perusahaan tambang batubara. penyebabnya tidak kutahu dengan pasti, hanya kronologis saja yang bisa kudapatkan. Malam sebelum ia meninggal, ia masih bermain dengan anaknya. paginya ketika teman kerjanya datang ia dibangunkan. pada saat itulah keluarganya baru tahu bahwa ia telah meninggal. Kabar yang kuterima dari seorang teman mengatakan bahwa dua bulan yang lalu dia sempat cek kesehatan, pada saat itu didapati bahwa paru-parunya berembun, mungkin rokok penyebabnya. sejak hari itu ia berhenti merokok.

Kabar kematian, selalu menyisakan kesedihan, juga ketakutan.