Archive for January, 2008

Djokovic vs Tsonga

Sunday, January 27th, 2008

Menyaksikan pertarungan antara Tsonga dan Djokovic malam ini adalah sebuah pengalaman yang jujur saja, mengajarkan banyak hal bagi saya. Salah satunya adalah saat ketika kedua petenis itu harus menyampaikan kata-kata setelah menerima piala. Sebagai runner up, Tsonga mendapatkan kesempatan lebih dulu. Dia mengucapkan terima kasih kepada lawannya atas pertandingan yang hebat. Pada kesempatan kedua, Djokovic juga mengucapkan terima kasih, dia mengatakan bahwa Tsonga juga sangat layak memenangkan pertandingan itu. Ini adalah pelajaran yang besar buat saya, apalagi dengan kondisi dimana kini saya berada. Sebuah tempat yang penuh pertarungan, seperti Tsonga dan Djokovic. Bedanya ditempat saya tidak diakhiri dengan ucapan terima kasih untuk pertarungan yang menegangkan. Setelah bertanding, masing-masing kami pergi dan mengatakan bahwa dia tak seharusnya menang, kemenangan itu tidak sah karena penuh dengan kecurangan dan manipulasi.

Mantan Presiden Soeharto Wafat

Sunday, January 27th, 2008

innalillahi wa innaillaihi rojiun….
sekitar jam 14.45 saya memindahkan chanel tv dari hbo ke sctv, dan pada saat ini berita pak harto wafat disiarkan. teman saya yang tidur di sofa saya bangunkan. sebelumnya saya sempat terdiam, seolah semua berhenti dan tak tahu harus berbuat apa. saat itu sepertinya semua hilang.
selalu ada perasaan yang berbeda setiap kali melihat kematian. terkejut itu pasti, dan terutama lagi, saya tiba-tiba begitu ingat dengan Tuhan. ingat bagaimana ketika saya menunggui ibu saya. ingat ketika kami mencari berbagai macam jenis pengobatan untuk kesembuhan suami kakak saya. ingat ketika saya terbaring di rumah sakit dan tak sabar ingin pulang.
kematian tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga perasaan lega setelah sekian lama berada dalam penantian hilangnya batas antara hidup dan mati. kesedihan yang mendalam, perasaan lega dan kehilangan yang bercampuk aduk. rasa takut, bingung dan banyak perasaan lain yang sulit untuk dibahasakan. Dan saya baru sadar bahwa bahasa tak selamanya mampu mengartikan kita.
Selamat jalan Pak Harto.

pelajaran baru

Thursday, January 24th, 2008

Hari ini saya belajar beberapa hal dengan orang yang baru dua hari saya kenal. Saya merasakan bahwa beberapa hal itu penting bagi saya. Pertemuan saya dengannya bukanlah sebuah kebetulan, karena memang di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Ada kekuatan besar yang mengatur setiap kejadian, bahkan kejadian yang sangat kecilpun. Ada maksud dalam setiap kejadian. Ada yang mengerakkan kita sehingga kita bertemu dengan orang-orang, di mall, di pasar, di tempat makan, di tempat kerja. Di mana saja kita bertemu, kapan saja dan dengan siapa saja. Semua itu bukanlah kebetulan. Dan hari ini saya mendapat pelajaran dari orang yang baru saya kenal.