tikungan
Friday, November 2nd, 2007Tepat di depan kantorku adalah jalan yang menikung sangat dalam, hampir membentuk sudut 90 derajat. Jika berjalan menyeberang dan memotong tikungan tersebut secara simetris, maka akan sampai di tempat kosku. Jika tidak sedang ke lapangan, hampir setiap hari aku selalu dengar apa yang terjadi di tikungan itu. Tentu saja yang sering terdengar adalah mobil dan motor yang meraung-meraung.
Di depan kosku ada pangkalan ojek dan penjual gorengan. biasanya pada sore hari banyak orang berkumpul di sekitar tempat itu, di
sekitar pangkalan ojek dan di sekitar penjual gorengan. Keramaian itu biasanya bertahan hingga jam 10 malam.
Orang-orang itu sering menjadi saksi ganas tikungan yang hampir 90 derajat. Mereka adalah orang-orang yang pertama kali menolong para korban atau mencacinya. Mereka akan berteriak dan bersorak jika korban jatuh karena ugal-ugalan. Seperti yang terjadi kemarin malam. Pada saat itu aku sedang berada di kamar mandi. Aku mendengar ada suara mesin yang meraung-meraung, tak lama kemudian terdengar suara benturan yang keras dan selanjutnya
“mampus kau!!!
kata-kata itu aku dengan cukup nyaring dan tegas. Aku tidak tahu apakah orang-orang itu akan menolongnnya atau membiarkan saja. Yang kutahu pasti, ada yang jatuh di sekitar tikungan itu.
