Archive for August, 2007

Apa yang mereka lakukan

Friday, August 24th, 2007

Tadi sore, di salah satu kantin Fahutan Unmul, beberapa orang berkumpul. Ada dua orang yang selama ini bergerak di swasta (dunia usaha), dua orang akademisi (dosen) dan yang lain adalah aktivis/lsm/ornop/pebisnis konsservasi. Sebenarnya ada beberapa orang lagi yang diundang, tetapi tidak bisa hadir. Tentu saja ada banyak alasan untuk ketidakhadiran itu, tetapi hanya ada satu alasan mengapa orang-orang itu mau hadir dikantin yang saat itu sedang tidak banyak makanan.
Mereka hadir untuk apa yang selama ini sering kita lupakan. Mereka rela meluangkan waktu untuk sesuatu yang selama ini terlalu sering kita dengar. Mereka mau berpikir untuk sesuatu yang selama ini hanya sering kita ucapkan, tanpa pandai kita mempraktekannya. Mereka hadir, mau berpikir dan saling berbagi karena mereka peduli.
Barangkali apa yang sedang mereka, dan apa yang akan mereka lakukan tidak banyak mengubah keadaan. Tetapi setidaknya mereka mencoba berbuat sesuatu, dan mereka tidak akan berhenti untuk melakukan sesuatu. Kalaupun kemudian memang apa yang mereka lakukan tidak pernah mengubah keadaan, itupun bukanlah pekerjaan yang sia-sia.

mendengar suara teman-teman

Tuesday, August 21st, 2007

Seorang teman mengatakan bahwa kebaikan terbesar yang bisa dilakukan oleh manusia adalah ketika ia mampu membawa perubahan. Tentu saja perubahan itu adalah perubahan kearah perbaikan. Kemudian seorang teman lagi bilang bahwa yang penting adalah kita menjadi profesional. Menurut dia apapun profesi kita, kita harus berprestasi setinggi-tingginya.
Lalu aku bilang, apa itu bukan egois namanya. Jika kita cukup pintar, punya pekerjaan yang menjanjikan dan memiliki keberuntungan tinggi. Dan kemudian segala kelebihan yang kita miliki itu hanya untuk mengejar prestasi pribadi, apakah itu tidak egois namanya?
“ah itu kan hanya teori” kata seorang kawan yang lain lagi

hampir jepang

Tuesday, August 21st, 2007

Aku punya teman. Ia seorang dosen. Keahliannya adalah satwa liar, terutama primata dan mamalia. Karena keahliannya itu ia banyak kenal dengan orang jepang. Ia juga pernah di undang ke Jepang. Ia juga sedang menunggu waktu untuk kuliah s3 di Jepang. Kini ia kedatangan tamu, dua orang perempuan jepang yang sama sekali tidak mirip dengan maria ozawa. Temanku sedikit banyak tahu bahasa jepang. Terkadang kita berbicara denganku ia memakai bahasa jepang. Kemarin ku lihat ia memakai ikat kepala, kalo tidak salah lihat ikat kepala itu adalah ikat kepala yang dipakai orang jepang, seperti yang sering kulihat di televisi.