Samad bin yad (45) dan istrinya Titik (45) warga desa Sirnajaya, kecamatan Serang Baru, bekasi, ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya. Mereka nekad bunuh diri bersama karena tidak sanggup menghadapi himpitan ekonomi.
Ipah hanya diberi uang belanja 5 ribu hingga 15 ribu per hari oleh suaminya HS (31). Akibatnya Ipah sering mengambil uang disaku suaminya secara sembunyi-sembunyi. HS kini jadi tahanan polsek Metro Kota Ciledug karena menganiaya istrinya. HS kini tidak lagi bisa berdiri di persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas dan mengharapkan belas kasih pengendara.
Di Kota Tangerang Tasbirah dibakar suaminya hingga luka parah. Alimin menusuk perut istrinya hingga tewas. Makbulloh gegar otak karena dipukul suaminya. Dan pasti masih banyak peristiwa serupa yang lepas dari media.
Semua itu karena ekonomi. Mereka adalah potret keluarga yang tidak tahu besok harus makan apa. Sementara di tempat lain, yang sebenarnya tidak jauh, bahkan mungkin hanya beberapa meter, banyak keluarga yang setiap pagi membuang makanan sisa.
Seorang teman mengatakan “kekayaan yang ada dibumi ini masih cukup untuk menghidupi seluruh umat manusia yang ada dimuka bumi untuk beberapa puluh tahun lagi. Bahkan seandainya jumlah penduduk bumi tiga kali lipat dari sekarang, kekayaan bumi masih cukup untuk menghidupinya. Masalahnya hanyalah distribusi”