Archive for May, 2007

Saat yang tidak ingin kulupakan

Thursday, May 24th, 2007

ada saat yang aku tidak ingin melupakannya
saat itu indah untuk dunia
saat itu bukan ketika aku sedang bersamanya

saat itu juga bukan ketika aku merayakan sebuah kemenangan
saat itu bukan juga ketika aku sedang dalam perjalanan
saat itu adalah ketika aku
sedang diam
tidak punya apa-apa
tidak melakukan apa-apa
tidak ada siapa-siapa

Aku dan Kamu, pada sebuah waktu

Monday, May 21st, 2007

Pagi, setelah perjalanan panjang
Dan mimpi yang tak berkesudahan
Aku dan kamu bertemu
(more…)

Negeriku, bumiku,

Monday, May 14th, 2007

Samad bin yad (45) dan istrinya Titik (45) warga desa Sirnajaya, kecamatan Serang Baru, bekasi, ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya. Mereka nekad bunuh diri bersama karena tidak sanggup menghadapi himpitan ekonomi.

Ipah hanya diberi uang belanja 5 ribu hingga 15 ribu per hari oleh suaminya HS (31). Akibatnya Ipah sering mengambil uang disaku suaminya secara sembunyi-sembunyi. HS kini jadi tahanan polsek Metro Kota Ciledug karena menganiaya istrinya. HS kini tidak lagi bisa berdiri di persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas dan mengharapkan belas kasih pengendara.

Di Kota Tangerang Tasbirah dibakar suaminya hingga luka parah. Alimin menusuk perut istrinya hingga tewas. Makbulloh gegar otak karena dipukul suaminya. Dan pasti masih banyak peristiwa serupa yang lepas dari media.

Semua itu karena ekonomi. Mereka adalah potret keluarga yang tidak tahu besok harus makan apa. Sementara di tempat lain, yang sebenarnya tidak jauh, bahkan mungkin hanya beberapa meter, banyak keluarga yang setiap pagi membuang makanan sisa.

Seorang teman mengatakan “kekayaan yang ada dibumi ini masih cukup untuk menghidupi seluruh umat manusia yang ada dimuka bumi untuk beberapa puluh tahun lagi. Bahkan seandainya jumlah penduduk bumi tiga kali lipat dari sekarang, kekayaan bumi masih cukup untuk menghidupinya. Masalahnya hanyalah distribusi”