Televisi

Secara tak sengaja saya mendengarkan lagu berbahasa india. Judulnya agak lupa, tetapi sepertinya ada kata Amerikanya. Lirik-liriknya nakal, mengemaskan dan cukup tajam menohok Amerika. Salah satu liriknya berbunyi “the prison is colour tv”

Seorang kawan membatasi anak lelakinya yang berusia 3 tahun hanya menonton beberapa jenis film kartun, tanpa sinetron, tanpa film dewasa. Hanya beberapa jenis film kartun, terdengar keras memang. Dia bilang ingin memasukkan banyak virus ke otak anak lelakinya. Tetapi ia juga sadar, lewat pergaulan dengan para anak tetangga anak lelakinya juga akan kemasukan virus yang ia maksudkan.

“setidaknya aku tidak membiarkan virus itu masuk begitu saja” katanya.

Dia juga sadar, untuk menghilangkan kejenuhan yang terkadang menghampiri ia perlu nonton tv. Ia perlu tahu berita. Terkadang ia juga menikmati sinetron. Yang ia permasalahkan adalah intensitasnya. Saat ini tv terlalu banyak menyajikan hal-hal yang menurutnya kurang mendidik.

“Dia sastro bilang film dan sinetron kita seringkali membodohi akal sehat” katanya tegas

Dia juga paham, bahwa semua itu hanyalah hiburan, tetapi menurutnya hiburan juga tidak harus membuat kita semakin bodoh.

“bayangin aja, mulai pagi hingga malam kita disuguhi sinetron yang membodohi akal sehat. Berapa kali kita diajak berguncing ria bersama para presenter” kata teman saya yang kini katanya ingin tambah satu anak lagi, dan jika memungkinkan ia ingin tambah satu istri lagi.

Leave a Reply