Gendis
Teman saya, yang kini menjadi manager sebuah cafe, mengatakan kepada saya tentang rencana nama anak kelak. Ada dua nama yang ia siapkan untuk anak lelakinya, Lantang Pekik Merdeka dan Ikrar Lanang Sejati. Bagaimana dengan nama anak perempuannya kelak?
Teman saya yang baru putus dengan pacarnya itu mengatakan bahwa nama anak perempuannya kelak harus ada nama Gendis. Jujur saja pada saat dia mengucapkan itu saya benar-benar tidak tahu padanan istilah gendis dalam bahasa indonesia. Secara spontan saya tanya apa artinya gendis. Dan seketika teman saya bilang, kamu orang jawa mana sih. Sebagai pembelaan saya bilang bahwa saya bukan tidak tahu tetapi lupa.
Barangkali apa yang terjadi pada saya adalah bukti bahwa bahasa bisa hilang dari pemiliknya. Bahasa sangat mungkin terlupakan oleh pemiliknya. Bahasa tidak akan terus hidup jika diabaikan. Bahasa bisa mati. Dan tanpa saya sadari, secara perlahan saya turut serta mematikan bahasa jawa diperantauan. Dulu, dan hingga saat ini memang saya sangat jarang memakai bahasa ibu saya. Hal itu saya lakukan karena saya berada dalam komunitas yang beragam. Saya menyesal jika apa yang saya lakukan ternyata sesuatu yang mungkin pada akhirnya membuat bahasa ibu saya sekarat.
Kalau saya berpikir lebih jauh lagi, mungkin sama hal dengan apa yang akan terjadi dengan bahasa indonesia, jika kita semua lebih suka memakai bahasa asing daripada bahasa indonesia. Memang sih, ada beberapa kata dalam bahasa asing yang sulit dicari padanannya dalam bahasa indonesia, tetapi saya yakin padanan itu pasti ada.
Dan saya diingatkan oleh teman saya yang panjang akar giginya itu, bahwa padanan gendis adalah gula